‏إظهار الرسائل ذات التسميات KE-nyesek-KAN Hati. إظهار كافة الرسائل
‏إظهار الرسائل ذات التسميات KE-nyesek-KAN Hati. إظهار كافة الرسائل

الخميس، 31 يناير 2013

Oo Allah

I told you: I'm in pain 

You said: 'Do not despair of the mercy of Allah' (39:53)

I told you: Many people hurt me

You said: 'So pardon them and ask forgiveness for them' (3:159)

I told you: I feel I'm alone

You said: 'We are closer to him than [his] jugular vein' (50:16)

I told you: My sins are so many

You said: 'And who can forgive sins except Allah?' (3:135)

I told you: Do not leave me

You said: 'So remember Me; I will remember you...' (2:152)

I told you: I'm facing a lot of difficulties in life

You said: 'And whoever fears Allah – He will make for him a way out' (65:2)

I told you: I have many dreams that I want to come true

You said: 'Call upon Me; I will respond to you.' (40:60)

"Mankind there has come to you a guidance from your Lord and a healing for (the diseases) in your hearts, and for those who believe a guidance and a mercy. (Yunus, 10;57)

Source: islam2011

الأربعاء، 16 يناير 2013

Kisah Habibie Lainnya


Jakarta - Setelah insiden tabrakan, pencipta Tucuxi Danet Suryatama, menjadi sosok yang pendiam. Danet saat itu tidak bersedia untuk memberikan konfirmasi soal kecelakaan.

Kini seminggu setelah insiden tabrakan Tucuxi yang dikendarai Dahlan, Danet membeberkan soal fitur-fitur mobilnya yang dianggap Dahlan kurang sempurna di turunan karena tidak memiliki girboks.

Berikut penjelasan lengkap Danet Suryatama yang diterima detikcom, Sabtu (12/1/2013) malam.



Kami dari Tim ElektrikCar ingin memberikan penerangan terhadap beberapa berita yang beredar di TV, surat kabar, maupun media online mengenai Tucuxi.

Tidak benar bahwasanya pengereman Tucuxi hanya dapat dilakukan dengan menggunakan rem (tanpa menggunakan mesin) seperti dinyatakan oleh Pak Dahlan. Mobil Tucuxi diperlengkapi dengan motor controller yang mampu melakukan pengereman mesin/motor atau menghasilkan regenerative braking (pengereman regenerative).

Ada beberapa cara melakukan pengereman regenerative pada Tucuxi, yaitu mengangkat kaki dari pedal gas untuk memperlambat kendaraan dan/atau ganti driving selection. Dengan pengereman regenerative, mesin/motor akan memperlambat kecepatan putarnya untuk berfungsi sebagai generator mengisi ulang baterai.

Tucuxi adalah mobil yang di desain tanpa menggunakan gear box (atau multi gear transmission system). Tucuxi didesain menggunakan single speed reduction gear (satu gigi penurun kecepatan) sebagai transmisinya. Transmisi satu gigi ini dipergunakan karena motor listrik (AC atau DC) mempunyai range yang lebar untuk putaran motornya (wide range rpm). Tucuxi mempunyai efisiensi tinggi pada motornya serta mampu memperoleh torsi maksimum pada saat awal kendaraan melaju. Penggunaan single speed reduction gear pada kendaraan listrik banyak dilakukan oleh berbagai kendaraan listrik dunia termasuk Tesla Roadster, Ariel Atom Wrightspeed X1, Ford Focus Electric, Mitsubishi I-MiEV, Nissan Leaf EV dan masih banyak lagi.

Setiap konsumen pembeli/pengguna mobil listrik seyogyanya menjalani training yang cukup untuk mengoperasikan kendaraan listrik diberbagai medan jalan. Meski Tucuxi sudah dilengkapi dengan high performance brake modules di depan dan belakang yang kompeten dari Wildwood Engineering Inc., USA, melakukan pengereman dengan hanya rem kaki, apalagi dengan menginjak rem secara keras dan terus-menerus, ketika menuruni pegunungan adalah tindakan fatal. Hasil yang sama - yaitu terbakarnya rem yang mengakibatkan kehilangan daya cengkeram (brake fading) - akan dialami oleh kendaraan lain bila pengereman secara keras dan terus-menerus dilakukan. Seharusnya, pengereman dengan mesin dilakukan dengan mengikutkan penggunaan rem kaki dan tangan secara proporsional.

Keinginan menggebu untuk menyingkirkan kami secara cepat (21 Desember 2012 malam) dan langsung digantikan oleh Ricky Elson (pihak pak Dahlan) dan Kupu-kupu Malam mengakibatkan tidak adanya kesempatan bagi kami memberikan training ke calon pengendara (dalam hal ini pak Dahlan) untuk lebih mengenali Tucuxi.

Mobil listrik Tucuxi adalah sebuah prototype kendaraan pertama yang harus menjalani uji coba dahulu secara masak sebelum dipergunakan kemana-mana dan di arena yang sulit. Tim kami sedang mengatur jadwal uji kendaraan sewaktu kami dilarang memelihara Tucuxi. Banyak rencana yang ingin kami wujudkan dengan Tucuxi; proper uji coba, sertifikasi, proper serah terima, training bagi pengendara, formal launching layaknya produksi mobil, dsb. Semua rencana itu punah dengan disingkirkannya kami.

Semoga dengan adanya kecelakaan ini tidak menghapus kenyataan adanya pembongkaran oleh pihak Kupu-kupu Malam dan pihak pak Dahlan. Untuk itu kami kirim lagi beberapa foto bukti pembongkaran yang tidak hanya terjadi pada system rem Tucuxi. Kupu Kupu Malam adalah pengrajin karoseri lokal yang kami ajak untuk bekerja sama (ada perjanjian tertulis).

Kupu Kupu Malam dipimpin dan dipunyai oleh Rudi Purnomo, yang notebene pegawai Waskita Karya (WK), kontraktor nasional dibawah Kementerian BUMN, yang dalam hal ini banyak hari2 kerjanya juga dipakai untuk mengurus dan mencari spare-parts kemana-mana (tidak hanya hari Sabtu-Minggu saja). Tidak ada core engineer (automotive engineer) atau bahkan seorang insinyur-pun didalam Kupu-kupu Malam. Kami sangat mengkhawatirkan kompetensi Kupu-kupu Malam ketika tim pak Dahlan Iskan (c.q. pak Amik yang keponakan pak Dahlan dan Ricky Elson sebagai lead engineernya) menyerahkan pembongkaran tersebut pada mereka dengan dalih penyempurnaan. Pada saat itu, saya dan tim masih standby di Jakarta menunggu untuk melakukan penyempurnaan/pemeliharaan yang ternyata dengan diam-diam mobil sudah dibawa ke Jogja dibawah pimpinan pak Amik. Kami dibodohi dan dibohongi ketika menunggu di Jakarta.

Kami masih sangat menyesalkan pembongkaran kendaraan yang dilakukan oleh tim pak Dahlan Iskan (dikepalai oleh pak Amik/keponakan pak Dahlan) dan Kupu-Kupu Malam tanpa sepengetahuan kami. Pembongkaran ini juga mengakibatkan berubahnya banyak system kendaraan mulai dari rem, dua airbag (pengemudi dan penumpang), power steering, battery system dan battery monitoring system serta lainnya. Sama seperti press release kami yang lalu, foto-foto pembongkaran (dibawah) ini kami ambil pada hari Sabtu 29 Desember 2012 pada saat pengambilan peralatan kami di Kupu-kupu Malam.

Satu hal yang tidak mampu diubah oleh “tim bongkar” tersebut adalah structural system dari Tucuxi. Alhamdulillah, struktur kendaraan berfungsi seperti yang kami desain. Kendaraan Tucuxi mempunyai sistem struktur yang terdiri dari crush zone (zona ringsek) dan safe zone (zona aman). Crush zone berfungsi menyerap energi kinetik tabrakan dengan menjadi ringsek saat menyalurkan energi tabrakan kestruktur lain. Safe zone sebaliknya berfungsi secara rigid/kaku menahan segala gaya/tegangan dari tabrakan tersebut. Pada Tucuxi, bodi mobil yang terbuat dari serat karbon (Aramid Carbon Fiber) dan sebagian struktur baja berfungsi menjadi ringsek. Demikian pula, atap kendaraan yang terbuat dari kaca menjadi pecah berkeping-keping untuk melindungi penumpang dari terhimpit atap. Sebaliknya, struktur space frame Tucuxi yang terbuat dari high-strength stainless steel (baja stainless berkekuatan tinggi) mampu melindungi penumpang serta baterai dari himpitan kendaraan. Kami mendesain sistem struktur Tucuxi sesuai dengan persyaratan tabrakan AS (NHTSA) dan Eropa (Euro-NCAP). Bandingkan kecelakaan mobil istrik ini dengan yang dialami oleh mobil listrik Cina BYD e6 dan Chevrolet Volt AS yang terbakar baterainya ketika tabrakan.

Kami prihatin sekali menyaksikan nasib dan bentuk Tucuxi saat ini. Selama pembuatan Tucuxi, saya pernah tertidur didalamnya karena kecapekan, serta makan dan sholat didekatnya. Niatan saya adalah ingin membantu pengembangan mobil listrik di Indonesia dengan teknologi yang tidak ketinggalan dari negara maju lainnya. Memang tak semua parts dari Tucuxi adalah parts yang canggih, akan tetapi integrasi berbagai parts tersebut kedalam suatu mobil Alhamdulillah menghasilkan mobil yang cukup handal dan mampu melindungi penumpang dan baterai ketika tabrakan serta menghasilkan mobil listrik yang mampu berlari kencang.

Tujuan pengembangan mobil mahal dan handal ini adalah untuk menunjukkan kepada publik bahwa kita (bangsa Indonesia) mampu melakukan rekayasa teknologi yang sulit dan kompleks sebelum nantinya membangun mobil listrik yang lebih terjangkau bagi masyarakat atau transportasi publik.

Dana sebesar Rp. 2,89 milyar yang dikeluarkan selama pembuatan kendaraan ini kami pergunakan untuk pembelian peralatan, parts, pembayaran supplier (mayoritas pembayaran pada Kupu-Kupu Malam dengan memberikan 20% profit margin sesuai dengan permintaan mereka), biaya operasional dan biaya masuk pabean.

Saya ikhlas selama mengerjakan proyek Tucuxi ini tanpa mengambil gaji/keuntungan dan harus melepaskan karir/gaji di AS. Saya rela melakukannya karena inilah janji saya ketika pulang ke Indonesia (setelah kedua kalinya) untuk membawa teknologi yang saya ketahui bagi kepentingan masyarakat dan kemajuan Indonesia.

Inilah cerita sedih mobil listrik Tucuxi; penciptanya disingkirkan setelah mobil jadi, teknologinya dibongkar, mobilnya hancur luarnya. Karena luarnya hancur maka dalamnya makin bisa lebih mudah “dipelajari” dengan terperinci oleh “tim bongkar” diatas.

Tidak ada niatan dari kami untuk mencari sensasi di media seperti yang telah dituduhkan. Kami selalu bekerja dengan diam dan dibelakang layar. Kami berbicara ke media setelah e-mail pertanyaan dan permintaan penjelasan kami kepada Pak Dahlan tidak berbalas (sampai saat ini).
Demikian pernyataan ini dan yang dapat diingat adalah: Who killed Tucuxi? Siapa menggagalkan mimpi anak2 Habibie?

Hormat saya,
Dr. Danet Suryatama
Ir. Ninien Wahyu Lestari, MBA.

(sumber: http://news.detik.com/read/2013/01/13/045805/2140575/10/?utm-source=topshare)

الأربعاء، 9 يناير 2013

Si Penerang, Bukan "Sang" Penerang

Namanya Misbakh Muhaimin, yang berarti penerang (Muhaimin nya kurang faham)..
Tak lain adalah adik kandung ku, tapi entah kenapa tiada hari tanpa bertengkar dengannya..
Bagi sebagian orang mungkin itu memang wajar, tapi bagiku itu adalah suatu tantangan hidup tersendiri yang diberikan Allah padaku..

Yaa.. Allah ingin aku jadi kakak yang bijak, yang sabar mengahadapi sifat kekanakan adiknya, sabar jikalau adik selalu minta uang tiap jam nya (karna dia sukanya minta uang, entah itu ke aku, Ibu, Bapak, Simbah)...

Oh Allah.. sulit memang jika semua ini tak kujalani dengan ikhlas, dan penuh sabar..
Tapi, segalanya terasa mudah jika aku kenal Engkau, insyaAllah..

Foto diatas diambil pas malem2 mau sholat Isya, masih terlihat wajahku berlumur air wudhu..
Yang aneh nya, dan aku benar2 tak habis fikir dengan ini, habis sholat Isya itu, aku bertengkar hebat dengannya, hingga mengundang Ibu untuk melerai kita...
Aneh karna sebelum "bertanding", kita sangat bahagia hingga terbahak-bahak.. Tapi hanya dengan hitungan jam, "pertandingan" itu kita mulai lagi..Pemicunya hal sepele, sangat sepele -..-

Masih terbayang bagaimana tangan Ibu bak wasit tinju yang ingin memisahkan kedua lakon pertandingan sengit itu..
Terasa lucu, tapi pertandingan kali ini tidak ada pemenang nya,
Adikku sempet mau ku tendang, tapi nggak jadi.. karna keburu dilerai Ibu..

Ada kata2 darinya, yang tak mungkin aku lupa, kira2 begini kalo di translate ke Indonesia "perempuan kok lebih ganas dari para pria"...
Hadeeh, emang dasar jalan berfikir nya masih kanak-kanak, nggak bisa ngebedain marah betulan sama bo'ongan..

Menurutku begitulah wanita, dia slalu bisa jadi lebih dari pria (entah lebih perkasa, lebih tegar, dsb) kalau area-nya diganggu dan sudah kepepet tidak ada hal lain kecuali harus "ngamuk" ..

Namanya juga msh bocah, setelah bikin "pertandingan" jadi sengit, dia tak sedikitpun merasa berdosa..
Dia panggil2 aku beberapa kali, "ahh, masa bodoh" pikirku..
Tapi, akhirnya kau tak kuasa untuk tidak menjawab panggilannya, "ngopo?? koyo kenal2 o wae"
*Hahaa, kalau kayak gini, aku juga ikut2an kyk bocah :DD

Dia jawab, "oke, kita nggak kenal, besok jgn panggil2an"..hyaaa, ngomong nya sih begitu, tapiiii...paginya dia tetep aja manggil2 aku, dan seperti biasa nyuruh aku nganterin dia ke sekolah..

Walaupun dia begitu, sangat masih kekanakan, dia tetep "penerang"  dihatiku yang sepi,
Sepi akan ketiadaan kasih sayang seorang Bapak kandung..
Sepi akan penantian kasihsayang dari seorang Ibu yang jarang sekali aku bisa menangkapnya..

Dek, cepet dewasa yaa..sungguh, kau " Sang Penerang" hatiku.. (tapi berhubung masih bocah, yaa "Si Penerang" ) *haha





الجمعة، 28 ديسمبر 2012

Galauku Hilang Semalam

Semua berawal dari kejadian malam itu..
kalau nggak salah malem Kamis kemaren, salah satu temen ku curhat malem-malem jam 12-an (yg pasti cwek, tp bukan mbak kunti :p)..

Aku bukannya mau cerita soal curhatan nya dia, tapi pengen nulis kesimpulan curhatannya dia, yang menurutku bikin aku setengah waras, dan nggak bisa tidur gara2 mikirin itu..
*ini bukan lebbay atau apalah, tapi ini sangat cetharrr, seriuuus bangett :D

Gini bunyi kalimat yg begitu tajam bagai godam menghujam jantungku..
"min, dia itu (cwo, red) maunya sama cewek yg musliiiimaaah banget, sedangkan aku??
trs dia itu pengen calon mertuanya tuu yang juga warga MTA, nah loo pie miin??"

Oh Allah, bener-bener kepikiran sama tulisan warna ijo itu..
Pikiran-pikiran bodoh yang terus aja nggondeli batinku
"lha terus kalo seumpama semua lelaki warga MTA syaratnya pada begitu,
aku gimana dong?? Orangtua ku kan bukan warga..
Sedangkan aku kan pengennya yaa sama warga..
Nggak nikah2 dong aku"

Huaaa, Ampuunn deeh, pikiran2 gila nan menyesatkan itu teruus aja mampir di otak..
Untuk membagi ketidakwarasan padaku itu (*ciie, SheilaGank :D ) aku sms beberapa teman, minta solusi sekaligus curhat..
Oh, my goodnes..ternyata begini rasanya GALAU.. sangat2 bisa bikin hati sempit, dunia pun ikut2an sempit..dan kamar juga ikut2an menyempit :D

Alhamdulillah, ada yang mbales, "memang min, untuk membangun sebuah keluarga, faktor sepaham itu memang perlu, tapi kan nggak semua lelaki syaratnya kyk gitu"
semua balasan nadanya sama..

Kucoba berfikir logis *memang og, wanita itu kalo lagi kayak gini keadaannya, susah diajak berpikir logis :D
aku merenung dan menerawang sebentar..
tiba2 hati kecil berbisik *hehehe
"min, tiap2 jiwa itu kan udah ada jodohnya masing2, udah jadi ketetapan malah siapa yg akan jadi jodohnya ntar.. Nah, Allah masak mau nggak nepatin janji sih"

Langsung aja aku ngomong sendiri #bukannglindurlho:p.. "he'em deng, knapa jadi gelap mata gini, Astaghfirullah"
Abis ituuu, udaah selesai galaunya, aku langsung tidur nyenyaaaak banget..

Haha, Alhamdulillah cuman semalam aja yaa galaunya..
Kalau bermalam-malam gawat banget buat kesehatan :D *masak nggak tidur malem terus, hehehe

يتم التشغيل بواسطة Blogger.
< bba99f>